DAGADU Kaos Asli Djokdja

Home/Makanan & Oleh-Oleh/DAGADU Kaos Asli Djokdja

DAGADU Kaos Asli Djokdja

Halo Sahabat De Jogja! Salam Adventure! Kali ini kita akan bahas tentang oleh – oleh dari Yogya yang tidak bisa kita lewatkan! Apalagi bagi yang suka belanja! Kalau di Bali ada Joger, di Yogya pun ada yang namanya Dagadu!

Apa sih itu Dagadu?

Logo-Dagadu-Djokdja-1

Dagadu adalah sebuah merek dagang berupa suatu rancangan grafis yang dibuat pada cenderamata, terutama baju atau kaos, gantungan kunci, gambar tempel (stiker) dan lain-lain. Merek ini merupakan milik sebuah perusahaan yang bernama PT. Aseli Dagadu Djokdja yang berkedudukan di Yogyakarta. Saat ini Dagadu telah menjadi salah satu ikon cenderamata khas Yogyakarta.

Pertama kali digagas oleh 25 orang yang merupakan mahasiswa dan alumni mahasiswa arsitektur Universitas Gadjah Mada Yogyakarta pada tahun 1994. Perusahaan yang menaungi produk-produk berlabel Dagadu ialah PT. Aseli Dagadu Djokdja yang didirikan pada 4 Januari 1994. Para pendiri yang sebanyak 25 orang itu memiliki minat yang sama di bidang kepariwisataan dan perkotaan. Mereka sering berkumpul bersama dan akhirnya mewujudkan keinginan untuk membuat sebuah ciri khas baru tentang Yogyakarta dalam hal cenderamata. Akhirnya mereka membuka counter penjualan Dagadu pertama kali di Lower Ground Malioboro Mall, Yogyakarta. Modal awal yang digunakan dalam pendirianya ialah sebesar 4 juta rupiah.

Minat terhadap bidang kepariwisataan dan perkotaan, kegemaran di bidang desain grafis, khususnya kaos, diskusi tentang teori dan realitas yang kerap dilakukan merupakan faktor internal pendorong didirikannya PT. Aseli Dagadu Djokdja. Dari sisi eksternal, adanya penawaran untuk berjualan di Mall Malioboro menjadi sebuah kesempatan menjual kaos. Kaos menjadi pilihan karena produk inilah yang paling familiar dengan mereka saat itu. Awalnya pangsa pasar Dagadu ialah poara mahasiswa, maka peroduk-produk awalnya berupa t-shirt dan kaos khas Yogya lainnya.

Asal Nama

Pilihan nama Dagadu bermula dari salah seorang di antara mereka yang mengumpat dalam bahasa slang khas Yogyakarta, yaitu kata “dagadu” yang berarti “matamu”. Umpatan itulah yang memberi inspirasi nama merk dagang produk cenderamata mereka sesaat sebelum mereka berjualan. Akhirnya, Dagadu resmi menjadi merk produk cenderamata alternatif yang dijual di Malioboro Mall. Untuk menunjukkan lokalitas dari mana cenderamata itu berasal, ditambahilah kata Djokdja setelah Dagadu. Sementara itu pemakaian ejaan lama pada kata Djokdja dimaksudkan untuk memberi muatan nilai historis kota Yogyakarta.

kaos-dagadu

Peluncuran Perdana

Nama “Dagadu-Djokdja” sebagai identitas kelompok tersebut baru muncul dan mulai digunakan saat peluncuran perdana produk-produk yang mereka pasarkan di Lower Ground Malioboro Mall Yogyakarta, pada 9 Januari 1994. Kegiatan wirausaha yang dilakukan kelompok ini dengan memproduksi dan menjual produk “cenderamata alternatif dari Djokdja” (berupa kaus oblong, gantungan kunci, gambar tempel, topi dan pernak-pernik lain yang memuat rancangan grafis dengan tema-tema kepariwisataan dan lingkungan binaan kota Yogyakarta) pada mulanya lebih sebagai media penyaluran minat dan idealisme untuk menyampaikan gagasan-gagasan mengenai artifak, peristiwa, bahasa, serta living-culture yang gayut dengan citra Yogyakarta melalui tampilan rancangan grafis yang menarik dan menggugah.

Nama “Dagadu-Djokdja” digunakan sebagai “merek dagang” sekaligus nama produsennya. Sebagaimana gagasan dan aktivitas spontan yang banyak terjadi pada kelompok ini pada saat memulai kegiatan wirausahanya, nama ini pun muncul tanpa alasan dan latar belakang yang jelas. Munculnya nama “Dagadu-Djokdja” pada saat-saat terakhir menjelang hari pertama penjualan sekadar didorong oleh kebutuhan praktis untuk memberi nama sebutan bagi sebuah produk, sama sekali jauh dari suatu strategi terencana dalam mengembangkan sebuah merek. Serangkaian penjelasan perihal nama tersebut baru disusun belakangan ketika sejumlah orang mulai menanyakan arti ataupun makna di balik nama dan gambar mata yang selalu mengiringinya.

kaos-dagadu-2

Tema Produk

Produk-produk-nya mengangkat tema-tema yang berkaitan dengan budaya dan keunikan Yogyakarta dalam konsep lucu tapi cerdas. Di antaranya ialah tentang prajurit Kraton Yogyakarta, Tugu Yogyakarta, transportasi di Yogyakarta, bahasa slang di Yogyakarta, dan lain sebagainya. Sejak awal kelahirannya, Dagadu Djokdja sudah memposisikan diri sebagai produk cenderamata alternatif dari Djokdja.

Dagadu saat ini memiliki slogan yaitu “Kapan ke Jogja Lagi?” (KJKL). “Kapan Ke Jogja Lagi?” adalah langkah kecil dari Dagadu Djokdja untuk mengajak para alumni Yogyakarta datang kembali mengunjungi almamater ini yaitu bersua sobat lama, bertemu teman baru, mengenang cerita lama, merangkai harapan baru. KJKL juga hendak mengajak warga kota untuk menjadi tuan rumah yang lebih ramah lagi, dan Yogyakarta menjadi rumah yang lebih nyaman lagi dan lebih humanis lagi.

Serangkaian kegiatan dilaksanakan oleh Dagadu untuk mendukung progam KKJL ini. Tidak saja berbagai bentuk promosi untuk mengajak orang datang ke Jogja, namun juga berbagai persuasi dan edukasi bagi warga kota Yogyakarta untuk menjadi tuan rumah yang ramah bagi tamu-tamunya.

Dalam memasarkan produk-produknya, Dagadu membuat 3 jenis gerai, yaitu gerai statis, unit layanan cepat, dan gerai maya. Terdapat 3 gerai statis yang berlokasi di Malioboro Mall, Jalan Gedongkuning, dan Ambarukmo Plaza. Di MalioboroMall gerainya bernama Posyandu (Pos Layanan Dagadu), di Jalan Gedongkuning bernama Yogyatorium, dan di Ambarukmo Plaza bernama DPRD (Djawatan Pelayanan Resmi Dagadu). Sebelumnya Dagadu juga memiliki gerai statis di Pakuningratan yang bernama UGD (Unit Gawat Dagadu). Gerai mobil Unit Layanan Cepat (ULC) untuk melayani permintaan khusus. Sementara gerai maya disebut dengan Pesawat yang merupakan singkatan dari pesanan lewat kawat. Sementara ini, gerai statis di Ambarukmo Plaza ditutup untuk kemudian disiapkan konsep dan nama baru.

Gimana Sob? Tertarik dengan produk Dagadu? Langsung cus aja ke Yogya!

By | 2018-04-08T06:04:21+00:00 December 19th, 2017|Makanan & Oleh-Oleh|0 Comments

About the Author:

Leave A Comment